TYAS NASTITI

Shoe designer, Entrepreneur and Writer want-to-be. I'm passionately in love with music. come on share our happiness and sadness as well :) xoxo
Recent Tweets @
Who I Follow

Setiap hari bahkan setiap jam dan detik, saya selalu mencoba untuk berpikir dan mencari makna dari kehidupan yang telah dan akan saya jalani.  Sebisa mungkin, seharusnya, hidup ini bermakna. Baik untuk diri sendiri dan orang lain. Kebanyakan orang mungkin memaknai sebuah perjalanan hidup dengan beberapa pertanyaan seperti: sejauh mana ilmu yang didapat?, sudah sampai manakah perjalanan cintanya?, seberapa banyakkah materi yang sudah dihasilkan?. Well then, Saya punya misi jauh lebih besar daripada sekadar itu.

23 tahun. Bukan umur yang lagi harus merengek dan memaksa orang tua untuk meminta sesuatu yang saya inginkan. Bukan juga umur yang pantas untuk berdiam diri dirumah alias nganggur. 23 tahun. Saatnya saya produktif. Menjadikan kertas kosong menjadi uang. Menciptakan sebuah lapangan kerja besar bagi beberapa orang yang membutuhkan. Menjadikan sebuah produk yang sebelumnya tidak berharga menjadi sebuah produk dengan nilai jual yang tinggi. Menjadikan sebuah pemikiran menjadi aktifitas nyata. Menjadikan sebuah mimpi menjadi kenyataan.

23 tahun. Bagi saya bukan lagi umur yang muda. Banyak yang seharusnya saya bisa lakukan. Miris rasanya melihat buku catatan saya dan harus mengakui bahwa masih banyak yang belum diraih di 2013 hanya karena saya malas bangun pagi, egois, tidak mau kepanasan, tidak mau berusaha lebih, mementingkan kepentingan pribadi, yang akhirnya berujung pada ide yang tidak terlaksana.

23 tahun. Masih banyak hal yang harus saya perbaiki. Masih banyak mimpi yang belum diraih. Masih banyak misi yang belum dilaksanakan. Masih banyak tantangan yang harus dipecahkan.

23 tahun. Saya harus 100x lebih dari tahun sebelumnya. Menyukai hal yang saya lakukan. Melakukan hal yang saya sukai. Menerima kenyataan dengan lapang dada. Menjadi pemimpin yang berjiwa satria. Menjadi ketua yang bijaksana. Memberi manfaat bagi sekitar. dan berbakti pada orang tua.

HAPPY FACING 2014.

cheerio,

Tyasnastiti

Klastik new Lookbook

Special thanks to:

@firjaunfarisf | @aliftakartiko | @irawanardy

@alzan_aldara (MUA) | @rumahgayabutik (woman wardrobe) | @erstenjahr (man wardrobe) | @robbykrisnu (volunteer photography)

@normansutan | @chintyasf | @ayas

xoxo,

@yasnastiti

This is the recap of my recent event at LOOKATS MARKET in Paris Van Java Bandung. Me and my partner, Alifta, found a lot of local brands that have a very great quality and credibility. What we thought is: Our hometown should build their own too. We really want to show you that we are, as Indonesian, has capability to create and sell our creativity, even more, our brand. I will start it by loving and wearing local brand as my daily outfit.

So, you? don’t you want to contribute in this big project??

xoxo,

@yasnastiti

Like, some years ago, I finally decided my self to enter Visual Communication Design of ITS Surabaya. I don’t even know or probably think about future at that time, but I am pretty sure I can be someone more than usual college student. I’m such a dreamer in the beginning of my college life. Playing with some true friends and even with fake friends (I guess this is what oh so life to be called :P). I found a lot of people (which are good or bad). I found some opportunities to reaching my dreams. I found someone, and then I got my heart broken and fall in love again, and got broken again :’) and I hope the ending will be love again. I found many lessons learned, especially in my journey to be an adult. And finally, I found my life as an entrepreneur.

I’m happy though, and proudly said, that I’m officially graduated.

I thank all people who involved in my journey. Who good, who loved, who loving, who hate, who teach, who underestimate, who proud, who support, who help, who care, and who did everything for me.

I guess this isn’t the end. I’m ready to the other part of my journey!

image

Alhamdulillah, pagi ini setelah selesai sahur, saya belum ngantuk (padahal habis minum 1 butir insidal). Well, God, wanna say, Thankyou for this incredible life You gave. I’m such a blessed.

Nggak tahu kenapa semenjak bulan lalu, setiap bangun pagi, bawaannya kepikiran sesuatu. Aneh. Kepikiran sesuatu yang belum terjadi. Tapi kepikiran aja. Gimana ya?. Kepikiran banget sih. I guess this is what people called life after young. Well, it maybe my teenage soul has disappear. And everything I’m gonna do feels like…. do I need to do that?


Setiap kali bangun, dan masih melihat wajah kedua orang tua, jujur itu menyenangkan. Tapi, di usia dua puluh ****** ini, hal seperti itu justru jadi kegalauan. Sepertinya, saya terlalu teracuni film-film barat yang sering nampilin film anak remaja pasca kuliah sudah hidup mandiri, di apartemen sendiri, bareng pasangannya. Eng ing eng. I exactly think the same. Selama berbulan-bulan ini. Galau karena masih tinggal sama orang tua.

Setiap hari buka sosial media, pasti dapat 1 berita baru bagus, entah ada teman yang diterima master di belahan negeri mana atau ada undangan pernikahan teman seangkatan. :’) Waktu tanya sama salah seorang teman, “Kenapa sih kok saya galau ngelihat begituan?”, dia jawab, “Galaunya karena apa? iri??”,” tanya dia lagi. Saya jawab, “Karena saya masih disini-sini aja, tinggal dirumah orang tua, makan pakai duit orang tua, dikit-dikit dibiayain orang tua.”

Dia diem.

Terus tiba-tiba dia bilang ke saya, “itu artinya kamu sudah dewasa, Yas.”

Kedewasaan seseorang memang nggak bisa diukur. Oleh apapun. Saya belum merasa dewasa, tapi saya ingin belajar menjadi dewasa. Salah satunya dengan belajar bersabar untuk menanti waktu yang tepat dan waktu yang direstui Allah untuk bisa mendapat dan menjalani kehidupan, yang saya sebut, life-after-young.

I may have planned. But I can’t do the exact what I planned. God has planned. And He’s the best of planners.

Bismillahirohmanirrohim.


Selamat menjalan ibadah puasa. Kurang 17 hari.

cheerio,


@yasnastiti